Selingkuh Dengan Lelaki lain, Anak Jadi Korban Aniaya

  • Tuesday, 4 December 2012 | 15:02
  • 1894 Views
  • SidoarjoNEWS

    Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga, yang melibatkan seorang anggota korps wanita angkatan darat, (kowad) denma kodam V Brawijaya, yang nekat menganiaya anak kandungnya  sendiri sejak tahun 2010, kini mulai di sidangkan selasa siang di pengadilan militer Surabaya di Waru-Sidoarjo. Ironisnya, kasus KDRT ini terjadi hanya karena korban tidak mau memanggil papa pada kekasih gelap terdakwa yang seorang perwira menengah di Mabes TNI Jakarta. Kasus  KDRT ini selasa siang disidangkan di pengadilan militer surabaya di waru-sidoarjo.
     
    Serma  Rini Wijayaningsih 37 tahun, warga Puntodewo Polehan Blimbing-Malang, anggota Denma Kodam V Brawijaya, Selasa siang terpaksa dihadirkan sebagai terdakwa, dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga di pengadilan militer Surabaya di waru-Sidoarjo.
     
    Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Mayor Tri Ahmad, terdakwa yang masih aktif menjadi anggota TNI-AD ini, didakwa telah melakukan tindak pidana KDRT dengan menganiaya anak kandungnya sendiri, berinisial FR yang mengakibatkan korban mengalami luka disejumlah bagian tubuhnya.
     
    Berdasarkan  dakwaan yang dibacakan Oditur Militer Mayor Jaka Syawal, aksi kekerasan terdakwa terhadap anak sulungnya hasil pernikahannya dengan Mayor Fajar, dilakukan sejak 2010, dan perselingkuhan terjadi sejak terdakwa dinas di Jakarta dan tinggal di daerah Bekasi. Suami terdakwa yang mengetahui hubungan gelap istrinya, membuat hubungan rumah tangga tidak harmonis.

    “kekerasan yang dilakukan terdakwa diantaranya melempar anaknya dengan sepatu PDL, memukul dan mencakar” jelas Mayor Jaka Syawal.
     
    Ironisnya, aksi KDRT terdakwa ini dilakukan terdakwa korban yang masih duduk di bangku SMP ini hanya karena korban tidak mau memanggil papa, kepada kekasih gelapnya, seorang perwira menengah berpangkat Letkol Infantri di Mabes TNI. Aksi
     KDRT ini dilakukan terdakwa saat terdakwa masih tinggal di rumah lamanya di kawasan perumahan Tidar View kota Malang.
    Terkait dakwaan yang dibacakan oditur militer, terdakwa yang didampingi penasehat hukum dari militer menyatakan akan melakukan pembelaan pada proses pengadilan berikutnya yang
    akan digelar pada hari kamis 6 desember mendatang. (SN2)
     

    Search

    Cari Berita: