Sampah Menumpuk ,Warga Segel TPS

  • Sunday, 23 December 2012 | 10:29
  • 260 Views
  • SidoarjoNEWS

    H mursidi salah satu warga Kemiri

    H mursidi salah satu warga Kemiri


    Warga Desa Kemiri, Sidoarjo menyegel TPS (Tempat Penampungan Sementara) Sampah karena mereka kesal sampah menumpuk dan tidak juga diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Jabon.

    Areal TPS yang berada di seberang perumahan itu dipasang garis kuning (police line). Sehingga, tukang sampah atau pasukan kuning tidak berani membuang sampah.

    “TPS kami segel. Sampah kok menggunung beginitidak diangkut angkut juga ,” ujar H. Mursidi, salah satu warga Kemiri.

    Menurut Mursidi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sudah keterlaluan. Sampah menggunung tak juga diangkut. Bahkan sampah dibiarkan menumpuk meluber di luar bak penampungan sampah.

    sudah lama warga mengeluhkan keberadaan TPS yang berada di dekat perumahan tersebut. Namun, sudah berkali-kali mengadu ke DKP tak digubris.

    Bukan hanya itu, TPS Kemiri bukan hanya digunakan untuk menampung sampah warga sekitar. Sampah dari Kecamatan Gedangan, Sukodono dan lainnya juga dibuang ke TPS yang menempati lahan pengairan tersebut.
    “Sampah menggunung seperti ini menunjukkan DKP tak becus mengurus sampah,” tandas Mursidi.

    Warga semakin marah ketika tahu jika sampah dari restoran juga dibuang di TPS itu. Padahal sesuai Perda Pengelolaan Sampah, tempat usaha yang menghasilkan sampah diatas 3 meterkubik harus membuang sampah langsung ke TPA.

    Kenyataannya malam hari banyak sampah dari restoran di buang di TPS Kemiri. Seperti yang dilakukan Ny. Jazila, warga Sono, Kecamatan Buduran. Dia membuang sampah dari Restoran Joyo, Qendi, Handayani dan Cianjur ke TPS Kemiri.

    Bahkan, sampah dari RM Cianjur Tempoe Doeloe yang ada di Kecamatan Gedangan juga dibuang di TPS Kemiri.

    “Bu Sila (Jazila,red) kalau buang sampah kesini malam hari. Saat ditegur katanya sudah bayar,” ujar salah satu tukang sampah yang saat penyegelan berada di lokasi.

    Bukan hanya Jazila yang menjadi pengepul sampah beberapa restoran. Ada juga pengepul sampah restoran yang membuang sampah ke TPS Kemiri.

    di malam hari, beberapa pikup hilir mudik membuang sampah di TPS Kemiri. Mereka membuang sampah mulai pukul 22.00 WIB sampai menjelang subuh.

    Pengepul sampah restoran itu saat ditanya mengaku sudah membayar. Saat ditanya membayar kepada siapa? mereka menjawab tidak tahu karena yang membayar bos mereka.

    Kepala Desa Kemiri Novi Ariwibowo sebenarnya sudah mengusulkan agar TPS Kemiri dipindah. Bahkan, Kades yang akrap disapa Gatot itu menyodorkan lahan yang ada di kawasan Jalan Lingkar Timur. “Sampai sekarang belum juga direspon oleh Pemkab. Padahal warga sering mengelukan keberadaan TPS itu,” paparnya.

    Awal mula berdirinya TPS Kemiri hanya untuk menampung sampah dari lingkungan sekitar. Namun oleh DKP semakin diperlebar. Bahkan, kini dibuat lebih dari empat tempat penampungan dengan luas lahan lebih dari 250 meter/2.

    Kemarahan warga bukan hanya karena bau yang menyengat yang tercium sampah ke kawasan perumahan. Namun, sampah juga beterbangan ke jalan dan air sampah becek. “Kalau hujan, sudah becek juga bau,” ujar Dina, warga Kemiri.

    Bukan hanya itu, rembesan air sampah diduga mencemari sumur warga. Sebab, sejak musim hujan tiba air sumur warga baunya tidak enak.

    Warga meminta agar DKP segera membersihkan sampah di TPS. Selain itu, TPS harus dipindah ke lokasi yang cukup jauh dari perumahan. “Kalau pengelolaan sampah masih seperti ini, kita akan menutup paksa TPS Kemiri,” pungkas Mursidi.

    Kepala DKP H.M. Syafiq saat dikonfirmasi mengaku belum tahu jika TPS Kemiri disegel warga. “Coba saya cek dulu mas. Gimana sebenarnya,” tandasnya.

    Sementara itu Kepala Bidang Kebersihan DKP, Widyantoro Basuki mengatakan jika menumpuknya sampah di TPS Kemiri karena banyaknya sampah-sampah liar. Seperti sampah dari restoran, pabrik dan usaha lainnya.

    Widyantoro mengaku pihaknya sudah memperingatkan pengepul sampah restoran, pabrik dan usaha lainnya agar tidak membuang sampah ke TPS Kemiri.

    “Mereka bandel, main kucing kucingan sama petugas,” ujarnya.

    Jika sampah liar masih dibuang di TPS Kemiri, armada pengakut ke TPA tidak akan mampu. Sebab, pagi sampai sore diangkut, malam hari banyak yang buang sampah. “Mereka menggunakan pikup buang sampah. Kita akan perketat penjagaan di TPS Kemiri,” tandas pria yang akrab disapa Wiwit itu.

    Terkait menumpuknya sampah, Wiwit mengaku hari itu juga akan diangkut dan dibersihkan. Dia masih minta izin warga untuk membuka tali segel yang dipasang sebagai garis batas areal sampah itu(ED1)

    Search

    Cari Berita:

    Inspirasi

    Puasa Dan Alam, Bikin Kolase Reliji Dari Biji Bijian Thursday, 17 July 2014 | 13:01

    Puasa Dan Alam, Bikin Kolase Reliji Dari Biji Bijian

    KOTA (sidoarjonews) – Guna mengenalkan hubungan antara Ramadhan dan alam, TK Aisyiyah Bebekan Taman Sidoarjo mengajak siswanya mengikuti...

    Properti

    Warga Apresiasi Pemasangan PJU Saturday, 21 December 2013 | 21:19

    Warga Apresiasi Pemasangan PJU

    BUDURAN (sidoarjonews)-Warga apresiasi proyek pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU)  di Jalan K.H. Khamdani Siwalan Panji.Sebanyak 6 PJU...