Rusunawa dekat Pabrik Sepi Peminat

  • Monday, 21 January 2013 | 05:50
  • 345 Views
  • Rusunawa Pucang yang sudah siap dihuni, tapi berdekatan dengan cerobong asap Sekar group

    Rusunawa Pucang yang sudah siap dihuni, tapi berdekatan dengan cerobong asap Sekar group

    SidoarjoNEWS – Warga yang berencana menyewa rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Pucang, di Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo harus memikirkan ulang rencananya. Sebab, lokasi rusunawa berdekatan dengan cerobong asap dan limbah perusahaan seafood, sekar Group .

    Asap limbah pabrik pengolahan hasil laut itu akan “menyerbu” rusunawa yang terdiri dari dua tower tersebut. Sebab, lokasi Rusunawa Pucang bersebelahan dengan pabrik dan jaraknya tak lebih dari 20 meter saja.

    Fatkhul Amin, salah satu pekerja yang berencana menyewa satu kamar di Rusunawa Pucang telah mengurungkan niatnya.

    “Kalau lokasinya dekat dengan cerobong asap pabrik tentu tidak sehat bagi penghuni rusun,” ujar pria asal Gresik itu.

    Sejak Rusunawa Pucang dibangun, Fatkhul Amin sebenarnya sudah berencana untuk menyewa satu kamar. Pria yang bekerja freelance itu menganggap lokasinya cukup dekat dengan kota, sehingga mudah untuk dijangkau dan pergi kemana mana.

    Namun, niatnya berubah setelah melihat langsung kondisi Rusunawa yang berdekatan dengan cerobong asap pabrik.

    “Saat melihat cerobong mengeluarkan asap warna hitam dan mengarah ke rusunawa, saya tidak jadi sewa. Saya kira calon penyewa lainnyajuga ketika melihat asap itu tidak akan jadi menyewa,” imbuh pria yang akrab disapa Amin tersebut.

    Hal senada juga diungkapkan Mustain, salah satu security yang bekerja di kawasan Jenggolo. Dia sebenarnya ingin menyewa di Rusunawa agar dekat dari tempat kerjanya.

    “Sore-sore saya lihat ternyata banyak asap dari cerobong pabrik. Gak jadi nyewa saja daripada tidak sehat,” ujarnya.

    Pantauan di lokasi, saat ini Rusunawa Pucang yang terdiri dari dua tower yang masing-masing tower terdiri dari 99 kamar itu sudah siap dihuni. Apalagi, Pemkab sudah menyelesaikan sarana dan prasarana seperti jalan masuk dan paving block.

    Sayangnya, bangunan tiga lantai itu lokasinya berdekatan dengan cerobong asap dari Sekar group yang persis berada di sebelah baratnya. Paling tidak ada tiga cerobong asap yang tiap pagi dan sore mengeluarkan asap berwarna hitam.

    Jika asapnya mengarah ke Rusunawa dikhawatirkan akan membuat penghuninya rentan terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Terutama penghuni rusunawa yang berada di lantai tiga dan dua.

    Sebenarnya, lahan yang kini dibangun Rusunawa Pucang, dulunya akan digunakan untuk relokasi SDN Pucang. Namun, relokasi itu urung dilakukan karena lokasinya yang berdekatan dengan pabrik.

    Terkait lokasi Rusunawa Pucang yang berdekatan dengan cerobong asap Sekar group, Kepala dinas PU Cipta Karya Dwijo mengaku pihaknya akan melakukan penghijauan disisi barat Rusunawa. “Kita akan menanam pohon disebelah barat Rusunawa. Terkait cerobong asap itu sudah seringkali ditanyakan. Solusi kita ya dengan penghijauan,” ujar Dwijo.

    Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo H.M. Zainul Lutfi mengatakan seharusnya sebelum membangun Rusunawa Pucang sudah diperhitungkan lokasinya layak atau tidak untuk hunian. Ternyata, setelah dibangun lokasinya berdekatan dengan cerobong asap pabrik.

    Karena itulah, lanjut politisi asal PAN tersebut, tidak salah jika calon penghuni urung menyewa karena takut tidak sehat. “Bagaimana upaya dari dinas terkait untuk membuat rusunawa sehat dan asap pabrik tidak mengganggu penghuni rusun,” tandas Zainul Lutfi.(ED1)

    Search

    Cari Berita: