Ricuh Sidang Pembunuhan Habib Alwi

  • Thursday, 28 March 2013 | 00:30
  • 398 Views
  • suasana di luar pagar PN Sidoarjo

    suasana di luar pagar PN Sidoarjo

    SidoarjoNEWS – Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo yang ketempatan sidang pembunuhan Habib Alwi (50) warga Batuporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang dengan terdakwa Mastuki alias Mat Luki (48), Rabu (27/3) berlangsung ricuh setelah majelis hakim menunda dakwaan akibat terdakwa tidak didampingi pengacara.

    Mmassa yang ada di luar halaman PN Sidoarjo yang menunggu jalannya sidang berusaha merangsek masuk. Namun petugas  dari Polres Sidoarjo dan Polsek Sidoarjo yang siaga di pintu gerbang berusaha mencegahnya..Aksi dorong-dorongan pun terjadi hingga kepala Kapolsekta Sidoarjo Kompol Mujiono terkena lemparan botol minuman air mineral.

    Di  dalam ruang sidang sendiri saat sidang ditunda, puluhan massa dari berbagai elemen merasa kecewa. Terlebih keluarga almarhum Habib Alwi sangat terpukul atas penundaan sidang karena jauh-jauh dari Sampang ke Sidoarjo sidangnya ditunda.

    “Saya sangat kecewa sidang ditunda. Jauh-jauh dari Sampang ke Sidoarjo ternyata sidangnya ditunda,” kata Fatimah, anak almarhum Habib Alwi.

    Aksi sidang akan berjalan ricuh sebenarnya sudah tercium saat mobil bus milik Kejari Sidoarjo membawa terdakwa ke PN Sidoarjo. Puluhan massa berusaha menghadang laju bus tapi berhasil dihalau polisi yang sudah menjaga di lokasi. Mereka meneriakkan bahwa ulah Mat Luki sangat keji karena membunuh ulama’ besar di Sampang.

    Selain berorasi di luar pagar PN Sidoarjo yang intinya mengutuk pembunuh ulama’, massa juga membawa poster di antaranya bertuliskan hutang nyawa harus dibayar nyawa, hukum mati pembunuh Habib Alwi, dan terbunuhnya Habib Alwi membawa bencana bagi keluarga dan anak cucu. Poster-poster itu ditempel di mobil dan dibentangkan di Jl Raya Jaksa Agung Suprapto.

    Kuasa Hukum keluarga Habib Alwi, Andry Ermawan SH, menegaskan pihak keluarga sangat terpukul atas penundaan sidang. Pasalnya, sidang yang ditunggu-tunggu ternyata ditunda akibat kuasa hukum terdakwa tidak hadir di persidangan. “Keluarga korban sangat kecewa karena sidang ditunda sampai minggu depan,” tuturnya.

    Salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Sampang, Ismu SH mengaku, penundaan sidang karena pengacara yang ditunjuk terdakwa belum hadir. “Majelis akhirnya menunda persidangan,” terangnya.(ED1)

    Search

    Cari Berita:

    Inspirasi

    Pokja Sanitasi Dan Air Minum , Belajar  Sistem Perpipaan Air  Limbah  Ke Bali Tuesday, 30 September 2014 | 17:16

    Pokja Sanitasi Dan Air Minum , Belajar Sistem Perpipaan Air Limbah Ke Bali

    Kota (Sidoarjonews) – Kelompok kerja (pokja) Sanitasi dan air minum pemerintah kabupaten (pemkab) Sidoarjo terkait pengelolahan limbah domestik...

    Properti

    Wednesday, 3 September 2014 | 16:59

    USAID – Bapeda Gelar Pelatihan Pengelolaan Limbah Domestik

    KOTA (Sidoarjonews) – Unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan kelompok kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten Sidoarjo mendapatkan pelatihan dari...