Polsek Jabon Grebek Arena Judi, 2 orang Diamankan

  • Thursday, 21 March 2013 | 17:37
  • 233 Views
  • Dua pelaku perjuadian saat diperiksa di Mapolsek.

    “Judi, meracuni kehidupan”
    “Yang menang bisa jadi jahat apalagi yang kalah”

    Mungkin sepenggal lagu Roma Irama inilah yang menginspirasi warga Dusun  Bayung  Desa Panggreh Kecamatan Jabon Sidoarjo, ya resah dengan maraknya perjudian di kampungnya. sehingga membuat polsek Jabon untuk turun tangan melakukan penggrebekan.

    Didesa tersebut terdapat kawasan yang tertutup semak-semak dan jauh dari pandangan umum yang membuat leluasa para pelaku judi untuk bertaruh uang. Namun nampaknya lokasi arena judi itu akan tutup selamanya, Setelah anggota unit reskrim dan intel Polsek Jabon menggrebeknya.

    Saat mengetahui kedatangan petugas kelokasi arena perjuadian, para pelaku langsung berhamburan melarikan diri dan sayang hanya dua orang yang berhasil ditangkap, Sugeng Prayitno (41)  dan Subandi (56) warga Dusun  Bayung RT 10 RW 03 Desa Panggreh Kecamatan Jabon Sidoarjo.

    Keduanya langsung digelandang ke Mapolsek untuk diperikasa lebih lanjut, beserta barang bukti 4 unit sepeda motor milik para pelaku, Uang taruhan sejumlah 182 ribu dan seperangkat alat judi berupa 4 set kartu domino,1 alas karpet, lilin, bola lampu dan kabel panjang 6 meter.

    “Setelah mendapatkan informasi laporan masyarakat, kita selidiki dan melakukan penggerebekan” ucap Kapolsek Jabon AKP Dwi Heri Sukismanto saat dikonfirmasi.

    Menurut keterangan pelaku kepada petugas, perjudian dilokasi ini sudah berlangsung satu tahun, dan yang terkenal di arena tersebut permainan Judi Senggolan, semua pemainnya bisa menjadi bandar kocok  bila mana kartunya habis (laste) dari pemain lawannya, sebaliknya jika salah satu pemain yang memiliki kartu mati, sesuai urutannya pemain itu bisa mengambil uang dari pemain lainya dan
    seterusnya.

    Guna penyelidikan lebih lanjut petugas akan melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang berhasil kabur, dan untuk kedua pelaku yang sudah tertangkap akan dikenai pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (SN1)

    Search

    Cari Berita: