MOU Pemkab – USAID , IUWASH PLUS Tingkatkan Akses Air Layak Minum Dan Sanitasi 

  • sudrab debadr | Rabu, 21 Juni 2017 | 22:58 WIB
  • 168 Views | Facebook
  • Kota (sidoarjonews)- Pemkab Sidoarjo menjalin kerja sama dengan USAID (United States Agency International Development) dalam Program USAID IUWASH PLUS (Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua). Tujuannya meningkatkan akses air minum, layanan sanitasi, dan perbaikan perilaku higienis bagi masyarakat di perkotaan.


    Kerja sama ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan Perjanjian Kerja Sama antara Pemkab Sidoarjo dan USAID IUWASH PLUS. Tanda tangan dilakukan Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH, M. Hum dan  Chief of Party (COP) 
    IUWASH PLUS  Louis O’Brien di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Rabu (21/6/2017).

    Melalui Program USAID IUWASH PLUS perbaikan sektor air minum, sanitasi dan higiene di Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan data terkini di Kabupaten Sidoarjo tahun 2016 yaitu data dari data Rispam (Rencana Induk  Sistem Pengolahan Air Minum), PDAM dan SSK Kabupaten Sidoarjo, cakupan air minum sudah mencapai 37,94% jaringan perpipaan dan 30,06 % bukan jaringan perpipaan terlindungi; sedangkan cakupan sanitasi dasar sebesar 74,45 %.


    Dengan kondisi ini dukungan dari berbagai pihak termasuk Program USAID IUWASH PLUS sangat diperlukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan di Kabupaten Sidoarjo yang jumlahnya masih sekitar 177.702 KK.”

    H. Saiful Ilah mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan amanah dalam RPJMD 2016-2021 yakni menurunkan prosentase kawasan kumuh menjadi 0 persen, yang didalamnya mencakup tentang sanitasi, kawasan perumahan dan permukiman kumuh, dan air minum. 

    “Pemkab Sidoarjo memiliki tugas untuk mencapai target 100-0-100, angka yang sama untuk target nasional,” kata H. Saiful Ilah

    H. Saiful Ilah mengatakan, maksud dari 100-0-100 adalah 100 persen masyarakat mempunyai akses sanitasi yang layak, 0 persen kawasan perumahan dan permukiman kumuh, dan 100 persen masyarakat tercukupi air minum yang sesuai  kelayakan  minimum.

    “Kita diberi amanah untuk mencapai target tersebut hingga tahun 2021. Maka, kerja sama ini diharap dapat membantu pencapaian target itu. Selain kita juga menempuh berbagai cara untuk mampu mencapainya. Saya berkeyakinan IUWASH PLUS akan sangat membantu  pencapaian target tersebut,” ujarnya.

    Dia menegaskan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen memberikan akses dasar pada masyarakat. Khususnya pemenuhan air minum dan sanitasi yang baik. Sebab, pemenuhan akses dasar ini berdampak pada peningkatkan kesejahteraan.

    “Sejauh ini, cakupan pelayanan air minum pada masyarakat masih sekitar 68 % (persen), cakupan sanitasi layak sekitar 79,43 % ( persen). Masih ada juga sekitar 17,5 % ( persen) warga yang buang air besar sembarangan (BABS). Maka, tugas kita untuk memenuhi pelayanan air minum 100 % (persen) dan tidak ada lagi warga yang BABS.” ujarnya.



    H. Sullamul Hadi Nurmawan, SThi, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, juga menyatakan bahwa dukungan pendanaan daerah (APBD) dan regulasi untuk sanitasi-sub sektor air limbah domestik masih kurang dan perlu ditingkatkan untuk mewujudkan perbaikan sektor air minum dan sanitasi.


    “Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pelaksanaan Program, Kegiatan dan target penyediaan air minum, sanitasi dan perilaku hygiene Kabupaten Sidoarjo saya kira akan membantu dalam mencapai target yang sudah ditetapkan dalam RPJMD terkait pesoalan sanitasi”, terang Sulamul.

    Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Zaini mengutarakan, kerja sama dengan IUWASH PLUS ini berupa pendampingan untuk penguatan kebijakan dan penganggaran sektor air bersih, sanitasi, dan perbaikan perilaku higiene.

    Begitu juga peningkatan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk air bersih dan sanitasi melalui kredit mikro. Peningkatan pelibatan masyarakat, peningkatan kinerja PDAM di bidang manajemen, teknis, dan keuangan, dan menginisiasi sistem layanan lumpur tinja terjadwal (SL2T2).

    “Termasuk juga membantu pembentukan dan merevitalisasi lembaga pengelolaan limbah domestik (UPTD-PAL) yang berperan sebagai operator pengelolaan limbah tinja. Terpenting lagi membantu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

    Sementara itu, Deputy Chief of Party (DCOP)/Program, Alifah Lestari mengemukakan, kerja sama ini sangat penting untuk masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan. Kabupaten  Sidoarjo merupakan satu dari tujuh kabupaten/kota di Jawa Timur yang sudah bekerja sama dengan USAID IUWASH PLUS.


    “Kami mendorong tercapainya akses sanitasi perkotaan melalui konsep safely managed sanitation, yaitu tahapan layanan sanitasi yang menjamin putusnya sumber pencemaran limbah domestik ke badan/sumber air,” terangnya.


    Langkah strategi yang akan dicapai oleh pemkab Sidoarjo dan IUWASH antara lain peningkatan akses air minum dan akses sanitasi, perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, peningkatan alokasi anggaran air minum dan sanitasi dari APBD maupun dari sumber pembiayaan lain, peningkatan kapasitas pengelola institusi air minum dan sanitasi, 


    penyusunan dan pelaksanaan regulasi air minum dan sanitasi, kemitraan dan yang terakhir pelayanan bagi semua (inklusi).

    Style

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang Digelar  Jumat, 1 Juli 2016 | 03:40

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang Digelar 

    Kota (sidoarjonews) – Semaraknya kampung ramadhan 2016 , salah satunya karena berbagai perlombaan yang digelar selama berlangsungnya event...