Meski Anggaran 2018 Konservatif, Bupati Minta Percepat Pembangunan Daerah 

  • sudrab debadr | Senin, 11 September 2017 | 19:36 WIB
  • 108 Views | Facebook
  •  Kota ( sidoarjonews) – Meski hadapi keterbatasan anggaran , Pembangun Sidoarjo diharapkan bisa dilakukan secara cepat dan tepat dalam pencapaian hasilnya, mewujudkan visi Sidoarjo yang Inovatif , Mandiri , Sejahtera dan Berkelanjutan.Hal itu disampaikan bupati Sidoarjo Saiful Illah  saat membuka sosialisasi RAPBD 2018 di sun hotel , senin (11/9).
    Saiful  Illah mengatakan beberapa persoalan yang masih menjadi prioritas penyelesaian dan program berkelanjutan akan mendapat perhatian khusus. Diantaranya masalah banjir, kemacetan, kualitas jalan, pendidikan dan pelayanan kesehatan. Ia katakan masih dijumpai banjir disaat musim hujan. Demikian pula dengan kemacetan yang masih menjadi problem serius. Semua itu akan menjadi perhatian serius Pemkab Sidoarjo.
    “Inilah diantara tantangan yang dihadapi pemerintah daerah untuk segera diselesaikan,”ucapnya.
    Salah satu hal yang menjadi sorotan bupati adalah perbaikan jalan dengan melakukan inovasi menggunakan betonisasi.
    “Kenapa ini menjadi alternatif pilihan yang tepat, karena kontruksinya kuat, tahan lama dan tahan terhadap air, bahkan bisa lebih kuat dan untuk biaya pemeliharaannya juga lebih efisien,”ujarnya.
    Terkait permasalahan kemacetan, ia meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sidoarjo untuk mempercepat penyelesaian frontage road. Pembebasan lahan yang sudah dilaksanakan segera dilakukan pengerjaannya agar kemacetan sepanjang jalan Sidoarjo-Waru dapat terurai.
    Masalah banjir, ia meminta segera dilakukan komunikasi lintas OPD. Ia meminta pengendalian dan penyelesaian banjir dapat ditangani secara bersama-sama. 
    “Saya tidak ingin permasalahan banjir selalu menjadi problem,”pintanya.
    Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah juga katakan permasalahan sampah juga menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo. Namun problem sampah dapat segera ditanganinya dengan baik. Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan lahan tempat pengelolaan sampah dengan sistem sanitary landfiil. Selain itu Pemkab Sidoarjo juga akan membangun pengelolaan sampah yang menghasilkan listrik. 
    “Mudah-mudahan tahun 2018 pembangunan infrastrukturnya segera bisa dimulai,”harapnya.
    Sedangkan permasalahan kesehatan, Pemkab Sidoarjo berencana membangun rumah sakit di wilayah Barat. Pembangunan rumah sakit tersebut akan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Sidoarjo di wilayah Barat. 
    “Ini semua adalah untuk pemerataan dan percepatan pelayanan kesehatan masyarakat Sidoarjo secara keseluruhan,”ucapnya.
    Di sektor pendidikan, ia telah memerintahkan OPD terkait untuk meningkatkan sarana prasarana sekolah. Gedung sekolah yang rusak harus segera diperbaiki. Apabila masih ada kekurangan ruang belajar mengajar, harus segera dibangun. 
    “Ini semua agar anak-anak didik kita mendapat fasilitas yang layak,”ucap Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah.
    Masih dikatakannya, anggaran pendidikan setiap tahunnya selalu mendapatkan porsi yang cukup besar. Hal tersebut sebagai bentuk perhatian khusus pemerintah daerah terhadap urusan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut ia juga mengingkatkan kepada seluruh kepala OPD untuk menghindari praktek-praktek Pungutan Liar/Pungli. Ia meminta kepada pejabat pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya samapai saat ini masih ada aparat yang tersangkut masalah hukum.
    “Saya sangat prihatin dan malu, ayo kita berdayakan kembali budaya malu,”ungkapnya.
    Dengan keterbatasan keuangan, penentuan program prioritas harus dikelola dengan benar. 
    “Untuk itulah pemerintah daerah selalu berusaha menggerakkan sektor usaha agar roda perekonomian daerah dapat meningkat kearah yang lebih positif dan alokasi belanja modal diarahkan ke hal-hal yang lebih produktif,”sampainya.
    Pada kesempatan sama, sekertaris daerah Joko Sartono mengawali sosialisasi dengan menyampaikan kekuatan belanja daerah untuk tahun anggaran 2018 mencapai 4,010 Trilyun dengan potensi pendapatan daerah 3,7 T.

    ” konservatif” nya RAPBD 2018 yang jauh lebih rendah dari RAPBD PAK 2017 yang mencapai 4, 569 T dijelaskan  Plt kepala badan pengelola  keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Noer Rochmawati,  dikarenakan proyeksi pendapatan daerah mengacu pada realisasi anggaran pendapatan tahun anggaran 2016.
    ” Proyeksi pendapatan daerah pada  anggaran 2018 mengacu pada realisasi anggaran tahun 2016,” ungkap perempuan yang akrab dipanggil bu Imah ini.
    Sebagai informasi , pendapatan daerah  APBD TA 2017 sebesar 3,850 T , pada RAPBD PAK 2017 diproyeksikan 4,012 T, dan pada RAPBD TA 2018 justru melorot 3,770 T.
    Pada sisi belanja daerah, belanja daerah RAPBD TA 2018 hanya mencapai 4,010 T , dibanding APBD 2017 4, 269 T bahkan RAPBD PAK 2017 belanja daerah tembus 4,596 T .

     

    Style

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang Digelar  Jumat, 1 Juli 2016 | 03:40

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang Digelar 

    Kota (sidoarjonews) – Semaraknya kampung ramadhan 2016 , salah satunya karena berbagai perlombaan yang digelar selama berlangsungnya event...