Lomba Bandeng Kawak Jelang Lelang Bandeng

  • sudrab debadr | Sabtu, 26 Januari 2013 | 12:09 WIB
  • 1254 Views | Facebook
  • Penilaian Bandeng Kawak
    Penilaian Bandeng Kawak

    SidoarjoNEWS  – Lomba bandeng kawak tradisional yang  diselenggarakan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sidoarjo Sabtu (26/1). Lomba bandeng kawak yang nantinya di ikutkan lelang bandeng malam hari nanti ini diikuti oleh empat petambak yang mempunyai bandeng kawak  berusia minimal tujuh tahun.

    Keempat petambak asli Sidoarjo, yaitu  Dr H Fatih Ilmawan beralamat di  Serujo Sidoarjo. Dengan bandeng yang diikutkan lomba  dari Tambak Sawohan ,berat 6,26 kg, panjang bandeng 82 cm, lebar 19 cm usia 7 tahun.

    Bandeng kedua milik H Sultoni warga Perumahan Magersari Sidoarjo budidaya bandeng  dari Tambak Kali Kajang Desa Gebang Sidoarjo berat bandeng  8,48 kg, panjang 93 cm, lebar 20 cm usia 9 Tahun.

    Bandeng ketiga milik H Saiful Bahri Sekardangan I/I Sidoarjo bandeng  dari Tambak Sekardangan dengan panjang 86,5 cm lebar 20,5 berat 7,22 kg, umur bandeng 8 tahun.

    Bandeng yang terakhir milik HM Wachrul Yusuf asal Bukit Kismadani II/23 Bluru Kidul dengan  bandeng dari Tambak  Desa Sekardangan yang berumur 9 Tahun, lebar bandeng 21 cm, panjang 91,5 cm, dan berat bandeng 8,07 kilogram.

    Setelah  penimbangan berat, lebar, panjang dan usia bandeng, Dewan juri memutuskan bandeng kawak juara I diperoleh bandeng milik H Sultoni, juara II bandeng milik Wachrul Yusuf, juara III bandeng H Saiful Bahri dan juara terakhir atau ke IV dimiliki bandeng milik H Fatih.

    “Bandeng kawak saya ini, setiap harinya saya beri makan  ganggang, rerumputan dan pakan lainnya non kimia,” ucap Saiful Bahri pemenang nomor III bandeng kawak ini.

    Terpisah, Asisten II Pembangunan dan Perekonomian Pemkab Sidoarjo Muslikh Yasin menyatakan kegiatan bandeng kawak salah satunya  untuk menggalakkan pariwisata.

    “Acara lomba dan lelang  bandeng kawak ini agar bisa menjadi media pariwisata untuk meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat,” tandasnya.

    Dia berharap kegiatan ini bisa  dipertahankan, mengingat bandeng Sidoarjo ini bandeng yang paling dikenal di Indonesia.

    “Bandeng dari Sidoarjo itu beda dengan bandeng daerah lainnya. Bibirnya bergincu atau merah, tidak bau tanah dan bentuk tubuh terpedo atau ideal,” terangnya. (SN3

    Style

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang Digelar  Jumat, 1 Juli 2016 | 03:40

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang Digelar 

    Kota (sidoarjonews) – Semaraknya kampung ramadhan 2016 , salah satunya karena berbagai perlombaan yang digelar selama berlangsungnya event...