Komitmen “Save Our Student” Gelar Rakor Dan MOU Berbagai Fihak

  • SIDOARJONEWS.com | Senin, 13 Maret 2017 | 18:51 WIB
  • 185 Views | Facebook
  • Kota (sidoarjonews)- Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir  S.I.K.,  berkomitmen terhadap program “Save Our Student” untuk menekan angka kecelakaan Lalu Lintas yang melibatkan pelajar. Dan untuk melaksanakan program tersebut pihak kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, memerlukan partner kerja dari pemerintah, Forkopimda, orang tua dan masyarakat.

    Untuk itu, Kapolresta Sidoarjo melaksanakan Rapat Koordinasi “Save Our Student” yang dilaksanakan pagi ini (13/3) di Ruang Rapat Delta Graha Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perhubungan dan MTI Kabupaten Sidoarjo.

    Dalam Rakor yang diikuti oleh Kepala Sekolah SMP dan SMA baik negeri maupun swasta se Kabupaten Sidoarjo, kembali Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Muh. Anwar Nasir, menggugah semangat birokrasi, Kepala Sekolah, lembaga terkait dan para orang tua siswa untuk melarang siswa atau putra putrinya yang belum mempunyai SIM/ masih berusia dibawah 17 tahun tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah.
    Bagaimanapun juga pihak kepolisian telah melakukan sosialisasi ke sekolah – sekolah, kalau para pelajar yang masih belum mepunyai SIM masih melanggar tetap ditilang dan orang tua kita panggil untuk melakukan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan.

    Hal ini merupakan upaya pencegahan bukan penindakan hukum.

    ” Kalau kita tinjau data laka lantas yang melibatkan pelajar tahun 2016 sebanyak 356 kasus, dan diawal tahun 2017 hingga bulan Pebruari ini sudah sebanyak 68. Akankah kita tambah lagi jumlah pelajar yang menjadi korban laka lantas ini?” tanya Kapolresta, senin (13/3).

    Jangan ditawar – tawar lagi untuk aturan melarang anak membawa motor ke sekolah. Siapa tahu anak – anak kita kelak akan menjadi pemimpin bangsa. Karena ini adalah wujud sayang kita semua kepada mereka, jangan sampai mereka mati sia – sia dan tidak dapat mewujudkan cita – citanya. Mengingat, hampir semua kecelakaan yang melibatkan pelajar selama ini terjadi karena loss control / human error.

    “Dan yang lebih penting lagi, mari kita biasakan anak – anak kita untuk taat asas dan taat hukum,” ajak Kapolresta.

    Masih menurut Kapolresta Sidoarjo, sejauh ini masih ada sekolah yang belum berperan terhadap program ini. Dan untuk sekolah yang telah berhasil menertibkan siswanya untuk tidak membawa motor ke sekolah, Kapolresta Sidoarjo memberikan penghargaan, yakni SMPN 3 Candi, SMPN 1 Buduran dan SMP YPM Sukodono.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Mustain, M.Pd.I., dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen masyarakat, terutama yang hadir di tempat ini untuk menjadi pelopor dari program “Save Our Student”, dengan membangun penyadaran dan kedisiplinan dari rumah dan kelas.

    Mari kita sepakat semua elemen untuk membentuk konstruksi pemikiran anak untuk tidak membawa motor di sekolah, serta kita pastikan di sekolah dan sekitar sekolah tidak menyediakan parkir untuk motor.

    “Jika membangun penyadaran dirumah dan dikelas ini berhasil, polisi tidak akan repot,” jelas Mustain.

    Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Drs. Rc. Asrofi, MM bagi semua pelajar yang jarak sekolahnya dekat untuk membawa sepeda, sementara yang jauh diantar. Sebenarnya pelajar membawa motor itu hanya trend saja yang akhirnya jadi minded.

    Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH, sangat mendukung program ini, serta meminta permasalahan ini harus diselesaikan dari hulu sampai hilir.

    Dan untuk sekolah unggulan dimasing – masing kecamatan harus merata agar tidak terpusat di kota. Dan lalu lintas ini bisa menjadi tolak ukur kedisiplinan dan kesejahteraan masyarakat. Kedisiplinan dan kesejahteraan ini merupakan cerminan dari SDM-nya.

    “ Sedangkan untuk angkutan umum yang menjangkau sekolah – sekolah yang selama ini tidak terjangkau, akan ada pemetaan transportasi kembali,” Jelas Cak Nur.

    Diakhir acara ditutup dengan penandatangan MoU untuk program “Save Our Student” yang dilakukan oleh Kapolres Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, Ketua Komisi D, dan UPT Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

    Sumber: Humas

    Style

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang Digelar  Jumat, 1 Juli 2016 | 03:40

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang Digelar 

    Kota (sidoarjonews) – Semaraknya kampung ramadhan 2016 , salah satunya karena berbagai perlombaan yang digelar selama berlangsungnya event...