Cegah Pungli, Retribusi Pasar Pakai Transaksi Cashless

  • sudrab debadr | Rabu, 5 Juli 2017 | 14:09 WIB
  • 271 Views | Facebook
  • Gedangan (sidoarjonews) – Cegah pungli (pungutan liar) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo  membuat terobosan baru dalam memungut retribusinya. Pembayaran retribusi pasar dilakukan secara elektronik (cashless ) .

    Kedepanya, para  pedagang langsung membayar retribusi melalui kartu yang sudah disediakan. Untuk pembayaran ini Disperindag menggandeng Telkomsel.
    Kepala Disperindag Sidoarjo, Fenny Apridawati menegaskan , pembayaran retribusi secara elektronik ini, mencegah kebocoran retribusi. 

    ” Ingat,  pedagang hanya  membayar melalui T-cash yang sudah disiapkan Telkomsel,” ujarnya disela-sela sosialisasi pembayaran retribusi eletronik di Pasar Gedangan, Rabu (5/7).
    Lebuh jauh Fenny menambahkan, melalui  T-cash ini, pedagang tinggal menempelkan kartu yang sudah dipasang di handphone ke mesin pembayaran. Nantinya juru pungut retribusi akan mendatangi satu persatu pedagang di pasar.
    Sejauh ini, pembayaran retribusi elektronik baru diterapkan di Pasar Gedangan. Harapannya, dalam waktu dekat bisa diterapkan di seluruh pasar yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
    Lalu bagaimana cara pembayaran retribusi elektronik ini?, Fenny menjelaskan, pedagang sudah diberi kartu T-Cash gratis dengan saldo Rp 5000. Selanjutnya, pedagang bisa top up sendiri di Telkomsel.
    Untuk memudahkan pedagang menggunakan T-cash untuk membayar retribusi, Telkomsel akan mendampingi pedagang.
     “Telkomsel membuka kios pelayanan di Pasar Gedangan sampai semua pedagang sudah menggunakan T-cash untuk pembayaran retribusi secara elektronik,” tandas Fenny.
    Pembayaran retribusi elektronik di Pasar Gedangan ini akan disoft launching, Jumat (7/7). Dalam kesempatan itu, sekaligus soft launching aplikasi e-Nyank Pasar, yang merupakan aplikasi untuk retribusi pasar.
    Dengan aplikasi e-Nyank Pasar ini, akan diketahui pedagang yang belum membayar retribusi pasar.
     “Jadi tidak ada lagi yang bisa bermain-main retribusi, karena datanya sudah ada,” aku wanita berhijab ini.
    Pembayaran retribusi pasar elektronik menggunakan T-cash ini, yang pertama kali di Indonesia.
    “Kita dituntut mempunyai terobosan baru dalam menekan pungli, terutama di instansi pemerintahan,” pungkas Fenny.
    Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindag Sidoarjo, Nawari menambahkan, untuk Pasar Gedangan ada sekitar 600 los/kios. Sedangkan pedagangnya sekitar 350 pedagang.

     “Ada satu pedagang yang mempunyai dua kios atau los,” ucapnya.
    Sedangkan pendapatan dari retribusi pasar di Kabupaten Sidoarjo selama ini sekitar Rp 11,7 miliar dalam setahun. Diharapkan dengan pembayaran retribusi elektronik ini, pendapatan bisa meningkat.
    Ahmad Yani, salah satu pedagang Pasar Gedangan mengaku dengan pembayaran retribusi elektronik ini diharapkan retribusi yang dibayar tidak bocor. Meski demikian, dia mengaku masih harus belajar cara menggunakan T-cash saat membayar retribusi. “Harus didampingi dulu sampai pedagang benar-benar bisa,” harapnya.
    Termasuk cara top up dan menggunakan aplikasi yang ada. Dengan demikian, pedagang tidak kebingunan menggunakan kartu T-cash yang menempel di handphone.
    Diakui Ahmad Yani, retribusi kios atau los di Pasar Gedangan bervariasi. Mulai Rp 3000, tergantung luasan kios yang ditempati berjualan.

    Bz

    Style

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang DigelarĀ  Jumat, 1 Juli 2016 | 03:40

    Inilah Duo Cewek Dibalik Semaraknya Kampung Ramadhan 2016 Melalui Berbagai Perlombaan Yang DigelarĀ 

    Kota (sidoarjonews) – Semaraknya kampung ramadhan 2016 , salah satunya karena berbagai perlombaan yang digelar selama berlangsungnya event...